Banda Aceh, 07 juli 2010
waktu itu adalah hari keduaku menghabiskan hari-hari gila bersama ocek di kos-kosan nya :d. setelah semalaman ngbrol gak jelas, maka aku pun mulai menyusun rencana perjalananku selanjutnya mengunjungi setiap tempat di banda aceh (maklum, karena belum tau kapan bisa kesono lagi. yaaks :D ). maka jadilah ocek menjadi tumbalku selama aku berada disana, tanpa rasa bersalah kukeluarkan daftar nama-nama tempat yang akan ku kunjungi selama aku disana (*list tempat sudah dibuat jauh-jauh hari sebelum tiba di aceh :D). sebenernya kasian juga lihat ocek, hak negosiasinya dan mengatakan tidaknya harus ku rampas selama beberapa hari, hehehe.. Setelah itu terjadilah kesepakatan sebelah pihak bahwa besok pagi kami akan mulai perjalanan ke Lhok Nga, karena kami ingin melihat sunrise (*ini sebelum aku tahu kalo sunrise tidak bisa dilihat dari lhok nga >:[, hah..! dassaaarr ocekk..! ). Awalnya berencana pergi jam 5.00 wib, tapi dengan gagahnya si ocek menolak "eh, gilleeee aja kau ya tiikk.. disini tuh jam 5 masih gelaappp tauuk..! mana adzan subuh jam 05.25 lagii " "haah?? iya kaah??? " "kalo gitu kita siap2 aja, begitu selesai adzan kita langsung ngabuur.. bagaimana??" itu lah option yang kupilihkan untuknya.
"hah, terserahmu laah.. :("
Bukan ocek namanya kalo gak lelet, *Grrrr..
akibat kebanyakan persiapan, akhirnya waktu keberangkatanpun meleset, jadi buru-buru kami tancap gas maticnya menuju TKP. Memang benar ternyata apa yang dibilang ocek, suasana diluar masih gelap, padahal waktu itu kami keluar dari rumah udah hampir jam 6 pagi. Maka jadilah pagi yang sejuk itu mengantarkan dua orang gadis tidak punya pekerjaan ini (*pasalnya hari itu adalah hari biasa, dimana semua orang sibuk kuliah ataupun kerja, hehe) memacu motor dengan kecepatan diatas rata-rata, maklum jalanan di aceh itu benar-benar menakjubkan bagi ku yang notabenenya terbiasa bertemankan jalan-jalan ironis dari rumah menuju kampus ku.
***
Perjalanan ke pantai lhoknga menghabiskan waktu 20 menit dari kosan ocek yang terletak di daerah darussalam, pemandangan sepanjang perjalanan membuatku begitu terkagum-kagum, sepanjang jalan terbentang sawah yang hijau dan dilengkapi dengan bukit-bukit hijau berbaris berjajar. sayangnya ocek tak memberikaku kesempatan untuk mengabadikan view menakjubkan itu, dengan dalih "nanti disana lebih cantik lagi" dia terus memacu maticnya tanpa menghiraukan rengekanku :(.
"hah, terserahmu laah.. :("
akibat kebanyakan persiapan, akhirnya waktu keberangkatanpun meleset, jadi buru-buru kami tancap gas maticnya menuju TKP. Memang benar ternyata apa yang dibilang ocek, suasana diluar masih gelap, padahal waktu itu kami keluar dari rumah udah hampir jam 6 pagi. Maka jadilah pagi yang sejuk itu mengantarkan dua orang gadis tidak punya pekerjaan ini (*pasalnya hari itu adalah hari biasa, dimana semua orang sibuk kuliah ataupun kerja, hehe) memacu motor dengan kecepatan diatas rata-rata, maklum jalanan di aceh itu benar-benar menakjubkan bagi ku yang notabenenya terbiasa bertemankan jalan-jalan ironis dari rumah menuju kampus ku.
satu hal yang menarik perhatianku saat menuju pantai Lhok Nga, hohoho, begitu banyak sapi - sapi bersantai ria di jalanan yang seharusnya hanya di khususkan untuk kenderaan. hah, dasar sapii.. emangnya itu tempat tidur kaliaaan. "disini kalo orang kecelakaan gara-gara sapi udah biasa tau tik" kata ocek. wah, gak kebayang muyengnya si korban yaa kalo nabrak itu sapi-sapi. sudahlah jatuh, tertimpa sapi pulaaa.. hehe..
***
Perjalanan ke pantai lhoknga menghabiskan waktu 20 menit dari kosan ocek yang terletak di daerah darussalam, pemandangan sepanjang perjalanan membuatku begitu terkagum-kagum, sepanjang jalan terbentang sawah yang hijau dan dilengkapi dengan bukit-bukit hijau berbaris berjajar. sayangnya ocek tak memberikaku kesempatan untuk mengabadikan view menakjubkan itu, dengan dalih "nanti disana lebih cantik lagi" dia terus memacu maticnya tanpa menghiraukan rengekanku :(.akhirnya kami sampai juga di tempat tujuan, pantai lhoknga. Wah SubhanAllah, suara deburan ombaknya sudah terdengar dari jalanan kami berkendara. membuat jantungku berdeguub kencang (hiperbolis mode on). benar saja kata si ocek, pantainya bener-bener menakjubkan. belum pernah aku melihat pantai sebagus ini secara langsung selama hidupku (tuh kan melebai lagi.. :D )