Jumat, 26 April 2013

Yang tertinggal dimasa lalu



"Cinta tak mungkin berhenti, secepat saat aku jatuh hati, jatuhkan hatiku kepadamu, sehingga hidupku pun berarti.."

Sejujurnya aku tidak mengerti dengan jalan takdir yang menuntun kita hingga saat ini, yang aku percaya hingga saat ini bahwa tak ada satupun yang terjadi karena sebuah kebetulan, aku yakin bahwa pasti ada alasan mengapa harus terjadi seperti ini. Entah itu aku tahu atau tidak alasan sesungguhnya mengapa harus terjadi, namun aku hanya memilih untuk percaya, itu saja.

Bukankah hal itu berlalu sudah cukup lama, lebih dari 3 tahun yang lalu. Yaa, itu adalah tahun-tahun yang cukup sulit didalam hidupku, dimana aku harus berdamai dengan sesuatu yang tak kuinginkan terjadi. Dan saat ini lagi-lagi takdir seolah menggiringku kepada masa itu, masa yang telah aku lewati dengan tak cukup hanya bertahan, masa dimana aku mencari kekuatan dari segala arah, hingga aku mendapatkan kekuatan sejati dari Sang Maha Kuat melalui proses bahwa tidak ada pilihan lain untukku kecuali berdamai dengan keadaan.

Setelah 3 tahun berlalu, sekarang kita kembali terhubung meski dengan dialog yang sesungguhnya terdengar canggung. Hingga sampailah kita pada bagian dimana segalanya terlihat lebih jelas daripada sebelumnya. Setidaknya kau telah menyampaikan apa yang sangat ingin kuketahui pada masa itu, meskipun aku sadar itu hanyalah sebuah masa yang telah berlalu. Dan akupun telah menyampaikan apa yang seharusnya ingin kujelaskan padamu masa itu, walaupun mungkin itu terdengar tidak penting lagi untukmu, entahlah. 

Aku tidak peduli seperti apa aku dalam pandanganmu setelah kau mendengar apa yang seharusnya masih kusimpan sampai saat ini. Namun aku memutuskan untuk mengatakan segalanya. Walaupun pada akhirnya entah kau percaya atau tidak dengan segala yang telah kau dengar, dan aku sungguh tidak peduli, cukuplah Allah saja yang mengetahui, itu saja sudah cukup rasanya buatku. Setidaknya satu hal yang dapat kupastikan, bahwa kelak dimasa depan aku tidak akan menyesal telah mengatakannya. 

Dan satu-satunya kebohongan yang mungkin kau ketahui saat ini ataupun nanti, aku mengakui bahwa sebenarnya aku memang mengetahui hal itu, tentang sesuatu yang sengaja kau pastikan padaku. Untuk hal itu, aku hanya berharap semoga masih ada kesempatan dan keberanian untuk menjelaskannya padamu kelak, betapapun mungkin kau sungguh tidak peduli nantinya dengan alasanku melakukan hal tersebut. Dan mungkin aku harus menerima jika pada akhirnya kaupun tak dapat memaafkan ku untuk itu. 


Dan sampai pada waktunya kelak, sungguh aku tidak tahu kemana takdir akan membawa kita pada akhirnya. Aku hanya berharap bahwa Allah akan terus memeluk semua doa-doaku, meskipun aku tahu seberapa tidak layaknya aku untuk mendapatkan harapan yang senantiasa tertambat dalam doa-doa malamku. Setelah semua ini, sungguh aku berserah hanya pada-Nya..




"Tanpa kita mencari jalan untuk kembali, takdir cinta yang menuntunmu kembali padaku, disaat ku tertatih tanpa kau disini, kau tetap kunanti demi keyakinan ini"
 -Last Child-



Sabtu, 05 Januari 2013

Dilatasi Memori

Tiap memori bagai baru berselang, kusangka ingatan itu telah hilang, ternyata masih tertinggal dalam sebuah ruang..

Jumat, 04 Januari 2013

Rindu, itu saja..

Pada hamparan hijau bak permadani itu, aku rindu
Pada jalan setapak itu, aku rindu
Pada gubuk kecil itu, aku rindu
Pada matahari yang tenggelam itu ,aku rindu
Pada petikan-petikan gitar itu, aku rindu


Pada perpustakaan tua itu aku rindu
Pada rumah makan itu, aku rindu
Pada toko ice cream tua itu, aku rindu
Pada sebutir kelapa muda itu, aku rindu
Pada hewan-hewan itu, aku rindu


Pada gedung-gedung tua itu, aku rindu
Pada sayembara foto itu, aku rindu
Pada alunan musik jazz dibawah cahaya lampu - lampu itu, aku rindu
Pada rintik air yang menghempas debu-debu jalanan kota malam hari itu, aku rindu


Pada bianglala itu, aku rindu
Pada kotak permainan itu, aku rindu
Pada pohon-pohon pinus itu, aku rindu
Pada kabut dan udara dingin itu, aku rindu
Pada secangkir coklat hangat itu, aku rindu


Kapan akan kita ulangi rindu-rindu itu..








Minggu, 11 November 2012

Tadaima

Aku Pulaaaang..!!

Lama aku tak pulang kesini, ke rumah maya ku, bukan karena kesibukanku yang terlalu sangat tapi lebih kepada ketidak mampuanku memanajemennya, yaah maafkan aku. sekedar menjenguknya sajapun aku tak sempat. 

Sempat ku kira aku tak mampu lagi menulis, beberapa kali ku coba menuliskan tentang apa saja, selalu mengambang tanpa akhir, lantas beberapa tulisan hanya berakhir dalam draft offline saja dan tak pernah muncul keruang publik :D.

Tapi kuputuskan untuk pulang karena kupikir ini rumahku, aku berhak menuliskan apa saja disini, tanpa harus memikirkan siapa yang membaca tulisan-tulisanku nanti, karena memang sejak awal ku bangun rumah ini, aku tak pernah berpikir akan ada yang yang singgah barang sejenak.

Yaa, aku putuskan untuk pulang dan kembali menari-nari diatas tuts-tuts hitam teras rumahku, merangkai tentang apa saja, karena semangat itu telah kembali. Sama ketika suatu masa kudatangi tepi danau kecil itu, dimana rencana demi rencana ingin kumulai kembali.

Tadaima..


11 Nov 2012, Sedang Semangat!
-Salam Pena, Tika-